Wednesday, April 17, 2013

Toleransi Antar Agama yang Masih Rendah di Indonesia

Hari ini, Jum’at, 29/03/2013 adalah hari perayaan Paskah bagi umat Kristiani. Di Indonesia khususnya di Ibu Kota Jakarta ribuan jemaat kristiani berkumpul di gereja  untuk memperingatinya. Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs Detik.com edisi Jumat, 29/03/2013 10:41 WIB di salah satu gereja Katedral sebanyak 1.500 jemaat mengahdiri prosesi jalinan salib pada Paskah tahun ini.
Satu hal yang menarik dalam
informasi di atas, disana di berikan judul “129 Polisi Jaga Katedral Jakarta Saat Paskah”. Sangat menarik saya kira. Polisi sebanyak itu dikerahkan pada saat jemaat kristiani melaksanakan perayaan Paskah. Sekilas memang hal itu positif, anggota Polisi menjalankan kewajibannya menjaga masyarakat. Namun satu hal yang perlu menjadi perhatian, bahwa alasan 129 Polisi tersebut berada di gereja katedral jakarta ialah untuk mengamankan keadaan. Tentu kita tahu mengamankan dari hal apa, tiadak lain pelaku teroris atu pem boman seperti yang juga di beritakan dalam Detik.com. Bahkan Polda Metro Jaya mengerahkan 4.300 personil dalam hal ini.
Yang perlu kita sadarai ialah, hal ini membuktikan bahwa toleransi antar umat beragama di Negeri ini masih rendah. Seharusnya jika memang pemerintah kita berhasil menyatukan masyarakat dengan berbagai agama yang berbeda hal ini tidak perlu dilakukan. Kejadian di atas seperti yang saya cantumkan juga membuktikan seakan-akan aparatur negara sangat amat yakin akan adanya kejadian pemboman. Rasa ketidak percayaan terhadap masyarakat selain umat kristiani secara tidak langsung diperlihatkan oleh aksi para aparatur negara ini, meskipun sekilas mereka menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Sangat ironis, jika samapi dengan hari ini masyarakat Indonesia masih tidak bisa saling memberikan toleransi terhadap agama lain. Ini menjadi contoh dan pelajaran bagi pemerintah seharusnya mampu memperbaiki situasi tersebut, namun saya kira tidak dengan cara-cara seperti yang ditulis di atas, salah satunya pada perayaan Paskah tahun ini. Karena menurut saya secara tidak langsung Aparatur negara seakan menaruh rasa curiga dan tidak percaya terhadap masyarakat yang memeluk agama lain.
Semoga kedepannya bukan berarti pengamanan harus dihilangkan tetapi ada langkah-langkah yang lebih baik untuk lebih menyatukan dan meningkatkan toleransi khususnya dalam beragama pada seluruh komponen bangsa ini. Khususnya pada masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang Agama dan etnis yang berbeda-beda.

0 comments:

Post a Comment